DIMANA
PEMUDA BANGSA?
KEMANA ARAH PERJUANGAN MAHASISWA?
Oleh
: Rela Mutiara Risdianti
"Aku Masih Belum Memberi Solusi"
Sejarah mengakui
bagaimana peran serta pemuda dalam kehiduapan bangsa ini, sejak masa
penjajahan, pra dan pasca kemerdekaan hingga bergulirnya reformasi peran pemuda
begitu dominan dalam penentuan arah kehidupan bangsa ini. Pemuda yang secara
hakiki merupakan calon penerus bangsa yang jujur, kritis , berahlak dan dapat
dipecaya, maka tidak salah jika kemudian Soekarno bilang bahwa “Kejayaan suatu
bangsa adalah keyakinan Pemuda” karena kenyataannya tongkat estafet bangsa
memang berada ditangan kaum muda yang nantinya akan memagang nahkoda kemana
kelak bangsa ini akan dibawa dan dimana kelak bangsa ini akan beralabuh,
semuanya dibebankan kepada para kaum muda yang menjadi harapan besar. Dalam hal
ini sudah jelas bagaimana tanggung jawab besar itu harus di jawab oleh para
kaum muda, bagai mana mereka mengaktualisasi diri dari peran hakiki meraka juga
dari apa yang diharapkan para kaum terdahulunya.
Sadar akan posisi
pemuda yang begitu kompleks dalam kehidupan bernegara tentu memberikan
pertanyaan tersendiri bagaimana para pemuda memainkan perannya. Gerakan
kepemudaan atau Organisasi Kepemudaan, menjadi jawaban sekaligus wadah bagi
para kaum muda untuk mejawab tantangan dan harapan tersebut. Para pendahulu
kita memang sudah memberikan warisan tentang napas hidup kaum muda dalam
kehidupan berbangsa, sejak 28 Oktober 1928 sebuah keyakinan besar lahir
bagaimana para kaum muda berkonsolidasi untuk menentukan arah perjuangannya, akan
tetapi kita selaku kaum muda tidak boleh terjebak dalam sebuah penomena besar
bangsa dimana napas perjuangan kita hanya berkobar manakala 28 Oktober itu
menyapa, jangan terjebak dalam rutinitas memperingati tanpa memahami esensi
nilai yang terkandung di dalamanya, karena kalau tidak yang terjadi adalah
kesalahan penafsiran tentang esensi nilai-nilai kebenaran yang suda diajarkan
para pendahulu kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Posisi pemuda yang
subordinat dari Negara, akhir-akhir ini justru menjadi bumerang besar dalam
kehidupan berbangsa kaum muda. Hal ini terjadi karena tidak adanya pemahaman
tentang peran dan fungsi sesungguhnya para kaum muda dan kemudian yang terjadi
adalah kesalah kaprahan dalam memahami hakekat dan posisinya, pemuda mencoba
mengambil jarak dengan Negara untuk kemudian melakukan peran-peran antagonisnya
dengan alasan demokrasi. Penomena dinamika gerakan kepemudaan kini menjadi
rancu alasan demokratisasi menjadi tameng untuk menjadikan pembenaran yang
meraka lakukan menjadi sebuah kebenaran mutlak. Setali tiga ikat dengan masalah
kepemudaan oraganisasi pergerakan mahasiswa juga mengalami penyakit yang sama,
karena memang pada intinya keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa
dipisahkan. Mahasiswa adalah bagian dari pada pemuda yang juga memiliki napas
perjuangan yang sama keduanya terjebak dalam peran subordinat bernegara yang
membuat kehilangan keyakinan, kesabaran dan kejujuran peran hakikipun
terlupakan.
Dunia pergerakan
mahasiswa setelah bergulirnya reformasi memang mengalami perubahan yang begitu
signifikan, perubahan ini tentu tidak terlepas dari kehidupan mahasiswa yang
pada saat ini berada dalam suasana keprihatinan karena berbagai hal seperti
maraknya peredaran obat-obat terlarang, freesex dan prilaku negative lainya di
kalangan mahasiswa. Sangat memprihatinkan, ketika semua harapan bangsa tertumpu
pada kaum muda, tapi mereka justru merusak harapan tersebut, lalu dimana pemuda
bangsa ini berada dan mempertanggung jawabakan napas perjuangan yang sudah diberikan
para pendahulunya namun disalah gunakan. Ancaman selanjutnya juga dari arus
besar berbagai gagasan-gagasan dan aktivitas para mahasiswa yang bergitu
beragam dan bahkan sangat radikal.